***SELAMAT DATANG DI BLOG infomajenang*** NEWSTICKER Musim Hujan Datang Lagi NEWSTICKER

Jalur Selatan Majenang Berharap Jadi Jalan Provinsi

Majenang, CyberNews. Jalan Yos Sudarso dan jalan KH Ahmad Dahlan diharapkan meningkat statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.

Pasalnya, jalan tersebut justru banyak dilalui kendaraan-kendaraan lintas provinsi yang bertonase sangat besar. Kedua ruas itu berfungsi seperti jalur lingkar selatan kota Kecamatan Majenang. Plt Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Energi dan Sumber Daya Mineral (Bina Marga SDA dan ESDM) Cilacap, Drs Farid Ma'ruf MM melalui Kepala UPT Majenang, Darwoko ST mengatakan, jalan tersebut hanya mampu menahan kendaraan berbobot kurang dari 8 ton. Padahal, bobot kendaraan besar yang melewatinya bisa mencapai 40 ton.

Kondisi itulah yang menjadi salah satu penyebab cepatnya kerusakan jalan. Apalagi, kendaraan pengangkut pasir besi yang berbobot puluhan ton kini diarahkan lewat Majenang. "Kami sudah melaporkan hal itu kepada induk (Kementrian PU). Kalau usul secara resmi untuk menaikkan status jalan dari Bupati kepada Gubernur belum," katanya.

Alhasil, kerusakan jalan menjadi tambah parah. Bahkan, kerusakan sudah mencapai lapisan fondasi bawah jalan atau sekitar 40%. Kerusakan itu sudah tergolong berat. Di samping peningkatan kelas menjadi jalan provinsi, kini muncul wacana pengalihan lalulintas angkutan pasir besi melalui jalur laut. Wacana itu pernah dilontarkan komisi C DPRD Cilacap dan komisi III DPRD Kabupaten Ciamis. Apabila lalu lintas pasir besi bisa melewati jalur laut, maka jalanan di Cilacap bakal lebih awet.

Terpisah, anggota komisi C DPRD Cilacap asal Majenang, Ir Purwanto mengungkapkan, jalan itu rencananya akan diperbaiki, tahun ini. Dia mengakui jalan tersebut sangat cepat rusak karena kendaraan bertonase besar juga melewatinya.

Sumber: SM

. . . .pengen nglanjutin mbaca “Jalur Selatan Majenang Berharap Jadi Jalan Provinsi”  »»

Gempa 7,1 SR Cilacap, Terasa Hingga Jakarta

Gempa bumi berkekuatan 7,1 SR mengguncang kawasan Cilacap, Jawa Tengah sekitar pukul 03.06 WIB, Senin, 4 April 2011. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km dan dikhawatirkan berpotensi tsumani.

Demikian laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya pada Senin, 4 April 2011. Menurut BMK
G gempa berlokasi di 293 km Barat Daya Cilacap atau 10.01 Lintang Selatan (LS) dan 107.69 Bujur Timur (BT).

Di Jakarta, getaran gempa juga sempat terasa tak lama setelah gempa Cilacap. Getaran terasa selama kurang lebih tiga menit.

Guncangan terasa di kantor VIVAnews yang terletak di lantai 31 Menara Standard Chartered, Jalan Satrio, Jakarta Selatan. Pintu-pintu kaca goyang hingga menimbulkan suara cukup kencang.

Sumber: Vivanews

. . . .pengen nglanjutin mbaca “Gempa 7,1 SR Cilacap, Terasa Hingga Jakarta”  »»

Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Stok BBM Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman terkait terbakarnya tiga kilang milik PT Pertamina di Cilacap. Dampak terbakarnya ketiga kilang tersebut relatif terbatas, hanya tiga persen.

Menurut Darwin, di komplek kilang milik Pertamina di Cilacap te
rdapat 207 tangki dengan berbagai jenis. Jadi, dampak terbakarnya tangki tersebut tidak berpengaruh terhadap proses produksi kilang Pertamina di Cilacap.

"Dampak relatif terbatas, walaupun tidak kami harapkan," kata Darwin kepada VIVAnews.com, Minggu, 3 April 2011.

Kementerian ESDM, Darwin melanjutkan, akan terus melakukan pemantauan terhadap kebakaran kilang Pertamina di Cilacap itu. Hasil mitigasi pasokan BBM menyimpulkan bahwa pasokan bahan bakar aman, karena per hari ini secara nasional ketahanan stok BBM adalah 22 hari.

Darwin melanjutkan, kebakaran ketiga tangki tersebut diperkirakan berdampak dalam lima hari ke depan. Untuk sementara waktu, kalaupun ada kekurangan stok BBM, itu dapat diantisipasi dengan sedikit menambah impor BBM dan segera kembali normal.

Hingga Minggu malam, Pertamina dibantu oleh Pemda DKI, Chevron, BP, Exxon, Angkatan Udara dan Kepolisian RI terus berusaha memadamkan api yang masih membakar salah satu tangki. Pertamina saat ini membutuhkan foam sebanyak 75 ton untuk memadamkan api.

"Berdasarkan pengalaman kebakaran di Plumpang diestimasi padam dalam 46 jam setelah kejadian," kata dia. Sebelumnya, Pertamina berhasil memadamkan dua dari tiga tangki yang terbakar di Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap, Jawa Tengah kemarin. Kedua tangki tersebut adalah tangki 31-T2 dan tangki 31-T3.

Pemadaman pun kemudian difokuskan kepada tangki 31-T7 yang masih terbakar 50 persen, dengan menyemprotkan foam secara terus-menerus. Selain itu, dilakukan pula upaya isolasi serta pendinginan pada tangki 32-T104.

Wakil Presiden Korporat Komunikasi Pertamina Mochamad Harun menjelaskan, upaya isolasi dilakukan dengan menginjeksikan foam ke dalam tangki dan menyemprotkan air secara terus-menerus ke tangki 32-T104, untuk menjaga temperatur fluida di dalam tangki di bawah 50 derajat Celcius.
Sumber : Vivanews
. . . .pengen nglanjutin mbaca “Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Stok BBM Aman”  »»